Make your own free website on Tripod.com


home

nyus

nyu rilis

nyu koleksyen

tips

ruang

bintang

kegiatan

 

kontak relhobi

 

 

Dari dan Ke Stasiun Baru

     Layout yang sedang saya buat, mengandung kedua hal di atas. Maksudnya, bisa bercerita meski sedikit -karena ukuran meja layoutnya  terbatas. Pola atau pengaturan tempat2nya pun  dipaksakan ,seperti misalnya perjalanan kereta keluar dari stasiun ke arah luar kota ditampilkan berdekatan, sehingga nantinya kelihatan agak semrawut. Layout ini terbentang di atas tiga lembar base board plywood yang dipasang berdampingan berukuran kurang lebih 360 x 240 cm.

   Terlepas dari keterbatasan yang ada, saya ingin menampilkan layout dimana nantinya rekan penggemar kereta model yang baru memulai hobbynya bisa sedikit belajar apa yang disebut dengan blocking system, automatic multi train control, conventional dan digital system dll. Termasuk didalamnya adalah pemanfaatan M track yang dipasang bersama C track tanpa kuatir M track yang oleh Maerklin sudah tidak diproduksi itu menjadi barang rongsokan.

Gambar 1 :Adalah area stasiun baru yang terletak di kawasan pengembangan kota. Area stasiun lama tidak saya tampilkan disini karena memang belum jadi. Inti cerita dari layout saya, adalah memindahkan stasiun lama yang sempit dan sederhana ke stasiun baru yang lebih luas dan lengkap. Ketinggian dari stasiun sedikit di atas base board dengan menggunakan triplex biasa.Bentangan catenary cross span itu adalah percobaan saya membentang kabel catenary di stasiun.

Gambar 2 :Saya menggunakan M track dan C track dengan bantuan track adapter. Perhatikan beberapa tiang catenary yang saya coba membuatnya secara lokal, lalu saya pasangkan kabel stainless steel, ternyata bekerja kurang bagus sehingga harus membongkarnya kembali dan harus saya pasang tiang catenary yang sebenarnya. Tadinya saya ingin mengirit biaya karena catenary system memang mahal. Di latar belakang adalah beberapa buah profil batuan yang sudah saya cetak dan siap untuk dipasang.

Gambar 3 : Kelihatan disini bahwa M track tersambung dengan C track.Dua rangkaian track di latar depan adalah bentangan rel yang menceritakan perjalanan di luar kota yang nantinya melewati beberapa bagian track yang dilengkapi dengan jembatan, lembah, pegunungan, terowongan dll. Layout saya adalah layout terbuka; maksudnya tidak ada rangkaian track yang tersembunyi seperti rangkaian layout pada umumnya dimana pemilik layout bisa menyimpan rangkaian2 kereta di bagian bawah dari layout. Ada 7 rangkaian kereta yang bisa secara bergantian berjalan di atas track saya tanpa bertabrakan dengan bantuan blocking system dan automatic multi train control.

Gambar 4: Adalah bagian lain dari layout yang menggambarkan suasana di luar kota dimana terdapat jembatan. Track yang tumpang tindih saya topang sementara dengan batuan balok2 kayu kecil yang nantinya akan digantikan dengan tiang2 jembatan. Tonjolan2 batu dibuat dengan menggunakan arang dapur yang dicat berwarna bebatuan, yang berwarna agak merah adalah semen warna. Bagian lain dari pinggiran track saya tutup dengan Styrofoam yang banyak kita dapat dari kemasan pembungkus radio atau tv.

Gambar 5 :Terlihat lagi M track yang terbentang di bagian luar kota. Keunikan M track dibandingkan dengan C track adalah kemampuannya menghasilkan suara seperti suara aslinya ketika roda2 kereta melintasi sambungan rel, jek jek, jek .. jek. Di latar depan adalah bagian dari pinggir track yang saya tutup dengan menggunakan kawat kasa atau lazim disebut kawat antene parabola yang banyak kita dapatkan di toko besi atau material. Jepitan baju atau jemuran di atas saya pakai untuk membantu pada proses melakukan pengeleman. Papan tambahan saya pasang karena saya memerlukan area yang sedikit lebih luas dari base board.

Jembatan metal Maerklin di atas saya peroleh dari membeli milik teman yang sudah meninggalkan M track dan beralih ke C track.

Gambar 6 :Bentangan rumput di sisi rel saya gunakan karpet rumah biasa berwarna hijau lumut. Kegunaan lain dari bahan karpet ini adalah untuk meredam suara yang ditimbulkan oleh gerakan kereta di atas track, selain untuk mengirit biaya juga.

Kereta listrik ini menyerap daya dari catenary dan bekerja  cukup baik. Tapi secara jujur saya sampaikan bahwa untuk digital system saya mengalami beberapa masalah jika menggunakan catenary system. Oleh sebab itu saya tetapkan untuk mengambil listrik dari rel saja, sementara kabel catenary hanya untuk pelengkap supaya kereta listrik tampak seperti aslinya.Lampu di pinggir rel itu adalah buatan saya sendiri; sekali lagi untuk menghemat biaya dan meningkatkan kreativitas pribadi.

Demikian ringkas cerita mengenai layout saya yang mudah2an bisa menjadi perbandingan bagi rekan2 penggemar kereta model dan bisa menjadi gambaran bagi penggemar yang baru memulai hobby ini.